blok

Rabu, 14 Desember 2011

Shogun SP maen stroke up.

Shogun SP maen stroke up.

Ahon alias Herman Lo awalnya menaikkan stroke atau langkah piston 8 mm pada Shogun 125 milik Andre dari Bogor, Jawa Barat. Namun justru tenaga yang keluar malah loyo. Akhirnya coba dikurangi dan stroke hanya naik 6 mm. Hasilnya malah lebih kencang.

“Langkah piston awalnya hanya 55,2 mm jadi 61,2 mm,” terang mekanik andalan pabrikan Suzuki itu. Mekanik yang jago kilik kem itu padukan dengan piston Honda Tiger oversize 100, bore jadi bengkak 64 mm.

Komposisi itu terbukti justru lebih pas, meskipun masih overbore. “Sebenarnya, sudah dicoba dengan menaikkan stroke 8 mm. Ketemunya jadi 63,2 mm. Kan harusnya mendekati square. Tapi malah kurang bagus,” papar mekanik yang ngebengkel di Jl. Kartini Raya, No. 18, Depok.

Bermodal kapasitas mesin pada kisaran 200 cc, plus ubahan kem berdurasi 280 derajat yang menggerakan klep in 31 mm dan klep ex 27 mm, raungan rpm memang cepat dikail. Lebih terbukti lagi, motor ini memang sudah diadu berkali-kali.

“Bahkan sudah 20 kali berturut-turut diadu kebut di trek lurus aje. Hasilnya enggak pernah kalah,” ujar Andre, yang kuliah di Bandung dan gemar meramaikan bali alais balap liar.

REXTOR DI 14.500 RPM

“Puncak tenaga di 11.000 rpm yang dilayani pengapian 41 derajat mengandalkan Rextor Programmable. Mulai pada 11.500 pengapian mulai mundur pada 38 derajat,” tambah mekanik yang ngebul terus.

Tapi biar mesin aman, Ahon bikin limiter cut off pada CDI di 14.500 rpm. “Lebih dari itu takutnya bikin motor jebol. Lagian sudah nggak ketemu puncak tenaganya. Mending dibatasi saja,” lanjut mekanik asli Kalimantan Barat itu.

EFEKTIF DI 800 METER

Ahon mengklaim korekannya ini lebih efektif di karapan 800 meteran. “Kalau 600 meter belum ketemu tenaga puncaknya,” alasannya. Itu sebabnya, hanya ubah rasio di gigi I = 13/30, dengan final gear 15/28. “Gigi 2,3,4 standar. Kalau diubah, mungkin akan beda lagi untuk jarak idealnya,” papar mekanik berambut lurus ini.

PERBESAR PIN SETANG PISTON

Setang piston masih pakai standar Shogun. Namun timbul kendala ketika pasang piston Tiger. Lubang pin piston di setang piston Shogun hanya 14 mm, sedang pin piston Tiger 15 mm. Otomatis piston tidak bisa dipasang.

Mengatasinya, “Cukup gedein lubang di setang piston. Asalnya 14 mm jadi 15 mm,” terang mekanik yang kerap mengandalkan motor Suzuki meski untuk balap liar yang aturannya suka-suka.

DATA MODIFIKASI

Knalpot : Elmer
Kompresi : 14 : 1
Per klep : Jepang Product

http://rsscomunity.blogspot.com/2009/12/korekan-mio-dan-shogun-sp.html

Korek drag Shogun SP

Korek drag Shogun SP

I.Part Shogun FL 125 Jadi Kuncian.

Tertarik buat main adu kebut di 500 meter? Coba dulu temui Suzuki Shogun SP125 milik Diaz, racikan Herman Pieters yang dijuluki ‘Lanjutkan'. Kiprah motor yang punya warna biru, macam warna dominan Partai Demokrat pimpinan SBY yang jadi pemenang Pemilu Presiden 2009 ini, belum terkalahkan di trek setengah kilometer. Apa rahasia racikannya? Lanjutkan!

"Rahasia apa? Wah, gak pake rahasia segala tuh. Kita buka-bukaan aja yuk," tantang Herman yang juga pemilik workshop Man's Speed di Jl. Masjid, No. 16, Jati Kramat, Jakarta Timur. Untuk bermain di trek itu, Herman menaruh kuncian di part dari Suzuki Shogun 125 terbaru alias Shogun FL. Ada beberapa part yang diandalkan untuk jadi kuncian. Yaitu, noken-as dan bandul kruk-as.

Biar makin lengkap, bahas mulai dari bagian mesin atas dulu yak! Agar noken-as mantap memutar klep gambot ukuran 33 mm/ 28,5 mm merek INT, durasi kem dibikin jadi 278º untuk klep isap. Sedang klep buang alias ex, dibikin jadi 279º. Nah, lagi-lagi, yang dipakai noken-as alias kem milik Shogun FL. Kenapa begitu, "Karena kem Shogun FL punya lift yang lebih tinggi dari Shogun SP. Shogun FL liftnya 2,2 mm lebih tinggi ketimbang SP," bilang pria 26 tahun ini.

Dengan begitu jarak main klep bisa lebih jauh membuka dong. Semburan yang masuk ke ruang bakar Kuncianpun jadi lebih mantap. Makin oke lagi, naik-turun batang klep juga diatur kekerasannya oleh per klep buatan Ahon merek SMS.

Katanya, per ini lebih oke dari per klep Jepang yang biasa dipakai buat road race. "Mungkin soal kekerasan per enggak jauh beda. Tapi enaknya karena per ini juga lebih tinggi 2,5 mm. Jadi enggak perlu ganjal pakai ring lagi," timpal ayah dua putri ini.

Itu bagian mesin atas! Lanjut ke bagian blok silinder dan kruk-as. Biar power makin besar, langkah bore up dilakukan. Kini, blok Shogun dijejali piston 65,5 mm milik Honda Tiger oversize 200.

Belum cukup sampai situ, langkah stroke up juga dilakukan. Pakai pen stroke 5 mm merek Kawahara, setang seher tetap pakai milik Shogun SP. Kini, stroke bertambah 10 mm naik-turun. So, kapasitas silinder sekarang jadi bengkak ke 219,5 cc.

Oh ya! Ketika naik stroke, bandul kruk-as diganti pakai milik Shogun FL. "Itu karena bandul ini lebih ringan meski tebalnya hampir sama dengan Shogun FL," bilang Herman.

Dengan pakai bandul milik FL, kini putaran kruk-as jadi lebih ringan. Pastinya, power dan torsi mudah diraih. Tapi karena ringan, makanya permainan dibatasi di 500 meter aja. Itupun sudah pakai gir 16/ 30 mata lho.

PERNAH JAJAL DRAG 201

Asal tahu aja, Suzuki Shogun 125 milik Diaz ini pernah juga buat coba turun di arena kebut lurus resmi 201 meter di Sirkuit Sentul. Tapi sayang, akibat liarnya power yang dihasilkan 'Lanjutkan', sang joki kurang mampu meredam liarnya entakan. "Dari gigi satu hingga gigi tiga, motor ogah dikendalikan. Hampir-hampir, nabrak lampu start," bilang Herman yang senang naik Suzuki Skywave 125 ini.

Bisa liar githu, lantaran Herman mengadopsi rasio rapat alias close ratio yang diset untuk Shogun FL. Part itu dibawanya langsung dari Thailand ketika doi berkunjung ke Negeri Gajah Putih beberapa waktu lalu. Oh ya! Dengan liar dan kurang terkendalinya handling saat tes di 201 meter, catatan waktu yang dihasilkan sabet 8,4 detik. "Akhirnya cuma sanggup juara kedua, tuh," aku Herman lagi.

DATA MODIFIKASI

Ban : HUT 60/90-17
CDI : Rextor (Pro-Drag)
Pelek : Ride IT 1,20 X 17
Spuyer : 122/65

sumber : http://rsscomunity.blogspot.com/2009/12/korek-drag-shogun-sp.html

Rabu, 02 November 2011

Baksos antar club motor medan & Buka Puasa Bareng Anak Yatim Piatu

Salam brotherhood.......


Club dan komunitas pengendara sepeda motor merupakan suatu wadah bagi pengendara sepeda motor tersebut yang memiliki latar belakang dan tujuan masing-masing yang berbeda - beda.


Atas dasar persaudaraan dan keprihatinan yang terjadi di lingkungan masyarakat kami gabungan dari beberapa club dan komunitas motor yang berada di daerah medan dan sekitarnya mengadakan kegiatan kecil  yang bertujuan untuk memupuk rasa persaudaraan terhadap club dan komunitas juga terhadap masyarakat sekitar yang membutuhkan..
serius mengikuti acara

wajah senang yang terpancar dari anak yatim piatu


berkumpul menjadi satu tanpa memandan perbedaan 


penyerahan dari perwakilan BMBC & OVMC Medan


jelang berbuka puasa.....


selamat berbuka....hemmm


upsh......lady's biker nya..prikitiw..:ngakak


upsh...ad komandan.


saling bekerja sama


Add caption


satu satu ya.....


shogun sp community medan






sepp..mantaf 


ad tim dari garuk tanah spcom tuh..wuzzzz


ok ok...
bravo....

Senin, 13 Juni 2011

Upgrade Performa Suzuki Shogun 125 SP


Upgrade Performa Suzuki Shogun 125 SP, Nafas Panjang Biaya Rp 1 Jutaan

OTOMOTIFNET - Shogun 125 SP generasi pertama merupakan varian andalan Suzuki yang terkenal lincah dan berperforma tinggi. Namun bagi Riko Muhamad Reza, itu dirasa masih kurang. "Apalagi kalau dipakai turing keluar kota, nafas mesin kurang panjang," ujar pemilik Shogun warna merah ini.


Tenang Bro, Usin Sunarya, pemilik bengkel HDM yang ada di Jl. Gudang Air, Kampung Rambutan Ciracas, Jaktim. Punya cara untuk mengatasinya. Kebetulan juga, HDM jadi bengkel rujukan anak-anak klub Shogun.


Hasil oprekannya, tenaga bebek 125 cc itu jadi 9,58 dk/7.900 rpm, sedang torsi 9,56 Nm/6.400 rpm. Angka-angka tersebut berdasarkan pengetesan dengan alat dynamometer merek Dyno Jet tipe 250i milik Bintang Racing Team (BRT), di Cibinong, Jabar.


Bila dibandingkan dengan power standarnya yang 8,4 dk/8.000 rpm dan torsi 8,3 Nm/6.500 rpm, maka kilikan Usin berdampak kenaikan tenaga 1,18 dk dan torsi 1,26 Nm. Jika dilihat dari grafik tenaga, terlihat penurunan tenaga di atas 7.900 rpm lebih landai, artinya nafas mesin lebih panjang.


Berikut hal-hal yang dilakukan Usin, untuk mendongkrak tenaga dan nafas Shogun 125SP.

Piston Thunder 125 dimasukkan ke boring standar

Noken as dibubut 1 mm
BLOK SILINDER DAN PISTON


Blok standar dikorter 4 mm, agar piston Suzuki Thunder oversize 50 (57,5 mm) bisa masuk. Cara ini, membuat volume silinder Shogun jadi 143,3 cc. Agar tak membentur kepala silinder, bibir piston dibubut, lalu diameter dome dibikin 40 mm.


KEPALA SILINDER


Agar kompresi lebih tinggi, kop dibubut sebanyak 1 mm. Namun sayang, Usin tak menghitung sekarang perbandingannya berapa. "Yang jelas mesti pakai Pertamax biar enggak ngelitik," paparnya. Lalu saluran in dan ex dihaluskan kulit jeruknya, agar aliran bahan bakar lebih lancar.


NOKEN AS DAN PER KLEP


Dibubut sebanyak 1 mm agar angkatan klep lebih besar, namun lagi-lagi mekanik murah senyum ini tak menghitung angka pastinya. Lalu dijodohkan dengan per klep Honda Sonic, yang memiliki kekakuan lebih besar, sehingga pada rpm tinggi klep tak floating. "Pasang pernya cukup yang besar saja," tambahnya.


FILTER


Agar pemasukan udara lebih banyak, kertas filter dilubangi beberapa bagian. "Sedikit saja pada bagian tengah, agar sedikit lebih plong," terang Usin.


KNALPOT


Kelancaran saluran pelepas gas buang berpengaruh pada tenaga yang dihasilkan. Nah agar makin lancar, silencer dibobok, sedang lehernya diganti pakai pipa berdiameter 28 mm, aslinya hanya 22 mm.


PENGAPIAN 


Agar mendukung nafas mesin makin panjang, otak pengapian alias CDI diganti dengan yang non-limiter. Caranya dengan mengandalkan CDI bawaan Suzuki Shogun 110. Penyesuaiannya, mesti mengatur ulang panjang sensor pulser di magnet, disamakan dengan bawaan Shogun 110 yang hanya 14 mm. "Potong bagian depan sebanyak 16 mm, dari standarnya yang 30 mm," tutupnya.
Part dan jasa

Piston & ring Suzuki Thunder 125 oversize 50Rp 205 ribu
Bubut piston30 ribu
Bubut kepala silinderRp  25 ribu
Per klep Honda SonicRp 125 ribu
Bubut noken as Rp  75 ribu
Bobok knalpot & ganti leherRp 100 ribu
CDI Suzuki Shogun 110Rp 350 ribu
JasaRp 200 ribu
TotalRp 1.110.000
HDM : 021-80375644/021-87781039

Penulis/Foto: Aant / Aant
sumber : http://motorplus.otomotifnet.com/read/2010/03/24/9619/207/27/Upgrade_Performa_Suzuki_Shogun_125_SP__Nafas_Panjang_Biaya_Rp_1_Jutaan


Entri Populer